Credits: Pixabay.com
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Selamat malam semuanya,episode Kali ini kalian semuanya bakal diajak masuk ke dunia yang kacau tapi seru, di mana empat tokoh ikonik—Zorro, Zoro, Jin, dan Jun—tiba-tiba bertabrakan dalam satu semesta gila! Gak ada aturan, gak ada logika, yang ada cuma aksi, komedi, dan kekacauan total!
Bersiaplah untuk tertawa ngakak, tegang, dan juga mikir keras karena cerita ini sangatlah berbeda dari yang lain. Kuys kita simak petualangan mereka yang gak masuk akal tapi nagih abis! Live lho..kalian semua pasti sudah pada penasaran.
Berikut ini merupakan ringkasan cerita tersebut:
Dikisahkan Sore itu, mentari mulai tenggelam, memancarkan cahaya jingga yang menembus jendela kamar Jun. Di luar terdengar suara riuh anak-anak yang bermain dan tertawa lepas, seolah mengingatkan bahwa dunia nyata masih terus berputar. Tapi Jun tak bergeming. Matanya terpaku pada layar monitor tabung yang sudah mulai kekuningan—menampilkan duel epik antara Zorro dan Zoro.
Di samping keyboard, sebuah buku catatan matematika terbuka lebar. Jun mencoret beberapa angka sambil sesekali melirik ke layar.
“Zorro pasti menang,”
gumamnya penuh semangat, menyemangati sang pendekar bertopeng hitam.
Tiba-tiba, suara khas dari Windows 98 memecah konsentrasi—Ding! Layar PC berkedip aneh. Sebelum Jun sempat bereaksi, terdengar ledakan kecil.
KRESSSSSH!
Layar monitor meledak, memercikkan api dan menghembuskan asap tipis.
“Jun...!”
Suara itu berasal dari Jin Mustafa—jin iseng berkumis tebal yang entah sejak kapan jadi teman petualangan Jun. Dalam sekejap, cahaya terang menyilaukan memenuhi kamar. Sebuah pusaran muncul, menyedot mereka berdua ke dalamnya.
Semuanya terjadi begitu cepat. Aroma kabel terbakar masih terasa di hidung ketika mereka mendarat keras di atas tanah berdebu. Suara pedang beradu dan sorakan penonton menggema di udara.
Jun membuka matanya. Ia mendapati dirinya berada di tengah sebuah arena pertarungan nyata. Debu beterbangan, dan di hadapannya dua pendekar legendaris—Zorro dan Zoro—tengah bertarung sengit.
“Om Jin, ini bukan game!”teriak Jun panik.
“Kita harus pulang! Monitor-ku hancur!”
Namun Jin Mustafa justru tampak menikmati situasi. Dengan santai ia berkata,
“Sabar, Jun! Ini lebih seru dari game! Lihat tuh—Zoro pakai tiga pedang! Gila, tekniknya keren banget!”
Jun hanya bisa menahan sakit saat Jin mencubit lengannya.
“Aduh! Sakit, Om Jin! Jangan bercanda, ini serius!”
Di tengah kepanikan Jun, Zoro tiba-tiba menghentikan serangannya. Ia melirik tajam ke arah mereka.
“Siapa kalian?”
tanyanya dengan nada mengancam.
“Kami... penonton setia!”
jawab Jin Mustafa santai sambil mengeluarkan buku catatan kecil dan pulpen.
“Kami cuma mau minta tanda tangan kalian saja!”
Zorro yang berdiri tak jauh dari sana, menatap curiga. “Jangan ganggu pertarungan ini!” bentaknya.
Jun panik. “Om Jin, kita harus kabur sekarang!”
Tapi Jin Mustafa tetap santai. Ia malah mengeluarkan... kulit pisang? Tanpa banyak bicara, ia melemparkannya ke arah Zoro.
Plak!
Zoro terpeleset dan jatuh dengan suara gedebug keras, membuat suasana seketika kacau. Pedang beterbangan, debu mengepul, dan Jin tertawa terbahak-bahak.
Jun menggeleng tak percaya.
“Om Jin! Kau mau kita dibantai di sini?”
Tapi Jin Mustafa hanya menjawab dengan senyum penuh petualangan.
“Tenang, Jun. Ini baru awalnya. Seru, kan?”
Dengan napas memburu dan jantung berdebar, Jun tahu—petualangan gila baru saja dimulai. Mereka harus menemukan jalan pulang sebelum semuanya makin kacau. Tapi untuk itu, mereka harus bertahan dulu di antara dua legenda pedang yang siap menebas siapa pun yang mengganggu.
“Om Jin...” bisik Jun dengan nada putus asa. “Kita bisa pulang, kan?”
“Tentu saja, Boss! Tapi kita harus jelajahi arena ini dulu!”
Dengan tekad bulat dan rasa takut yang menempel di dada, Jun dan Jin Mustafa bersiap menghadapi pertarungan, rahasia, dan kekonyolan yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Jadi demikianlah ringkasan cerita yang sudah penulis sampaikan kepada kalian semua, semoga bermanfaat dan terhibur.
Terima kasih ☺️ ☺️
Kalian juga dapat membaca cerita versi lengkapnya adiyang penulis buat ini pada akun Wattpad saya, dan berikut ini merupakan linknya:
