Ilustrasi diedit oleh Book cover
Cari inspirasi dari kisah-kisah inspiratif di ALOHA..Baca Kuys! Kumpulan cerita fiksi dan fakta menarik, baik buatan sendiri maupun referensi dari sumber terpercaya, yang akan memotivasi Anda.
![]() |
| Ilustration this episode edited by kapwing. (Credits: Pixabay.com) |
Assalamualaikum wr wb sobat blogger sekalian semuanya dimanapun kalian semua berada.
Kali ini penulis akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif lokal yang di dapatkan dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya website internet dengan judul :
kesalahan dalam menulis cerita fiksi: Jenis kesalahan dan cara menghindarinya
Berikut ini merupakan ulasan dari berita tersebut:
Selamat malam semuanya,menulis cerita fiksi adalah proses kreatif yang menantang. Meskipun bakat alami berperan penting, pemahaman akan teknik penulisan yang baik akan sangat membantu dalam menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Sayangnya, banyak penulis pemula (dan bahkan beberapa yang berpengalaman) seringkali terjebak dalam kesalahan umum yang dapat menghambat potensi cerita mereka. Artikel ini akan membahas beberapa jenis kesalahan umum dalam menulis cerita fiksi dan memberikan tips untuk menghindarinya.
1. Plot yang Lemah dan Tidak Terstruktur
Jenis Kesalahan: Plot yang membingungkan, tidak konsisten, penuh plot hole (lubang cerita), atau kurang klimaks yang memuaskan. Alur cerita terasa datar dan tidak menarik pembaca.
Cara Menghindarinya:
- Buat outline: Sebelum mulai menulis, buatlah outline atau peta cerita yang jelas. Tentukan poin-poin penting alur cerita, konflik utama, dan resolusi.
- Tentukan konflik: Pastikan cerita memiliki konflik yang menarik dan jelas. Konflik ini bisa berupa konflik internal (dalam diri karakter) atau eksternal (antara karakter dengan lingkungannya).
- Buat plot twist yang masuk akal: Plot twist bisa menambah ketegangan, tetapi pastikan tetap logis dan terhubung dengan alur cerita secara keseluruhan. Hindari plot twist yang terasa dipaksakan atau tidak masuk akal.
- Periksa plot hole: Setelah selesai menulis, bacalah kembali cerita Anda dan perhatikan apakah ada plot hole atau ketidakkonsistenan dalam alur cerita.
Contoh: Sebuah cerita tentang detektif yang memecahkan kasus pembunuhan akan lemah jika tiba-tiba pembunuhnya muncul tanpa petunjuk yang memadai sebelumnya. Outline yang baik akan membantu menghindari hal ini.
2. Karakter yang Datar dan Tidak Berkembang
Jenis Kesalahan: Karakter yang tidak memiliki kepribadian yang kuat, motivasi yang jelas, atau perkembangan yang signifikan sepanjang cerita. Pembaca sulit untuk terhubung secara emosional dengan karakter tersebut.
Cara Menghindarinya:
- Berikan karakter latar belakang: Berikan karakter Anda latar belakang yang kaya, termasuk kepribadian, motivasi, kelemahan, dan kekuatan.
- Tunjukkan, jangan katakan: Jangan hanya menceritakan sifat karakter, tetapi tunjukkan melalui tindakan dan dialog mereka.
- Buat karakter yang kompleks: Karakter yang kompleks memiliki lapisan kepribadian yang beragam, dan mereka bisa berubah sepanjang cerita.
- Berikan karakter konflik internal: Konflik internal dapat membuat karakter lebih menarik dan realistis.
Contoh: Seorang karakter yang hanya digambarkan sebagai "baik hati" akan terasa datar. Karakter yang baik hati tetapi juga memiliki keraguan dan kelemahan akan terasa lebih realistis dan menarik.
3. Setting yang Tidak Jelas dan Tidak Memikat
Jenis Kesalahan: Setting yang kurang detail, tidak deskriptif, atau tidak terintegrasi dengan baik ke dalam cerita. Pembaca sulit untuk membayangkan dunia cerita.
Cara Menghindarinya:
- Buat setting yang detail: Gunakan panca indra Anda untuk menggambarkan setting dengan detail yang kaya. Jelaskan pemandangan, suara, bau, rasa, dan tekstur.
- Integrasikan setting ke dalam cerita: Jangan hanya menggambarkan setting secara terpisah, tetapi integrasikan ke dalam alur cerita dan karakter.
- Buat setting yang unik: Setting yang unik dan menarik dapat menambah daya tarik cerita Anda.
Contoh: Alih-alih hanya menulis "rumah tua yang angker," gambarkan detailnya: "Rumah tua itu berdiri kokoh di atas bukit, catnya mengelupas, jendela-jendelanya berdebu, dan suara tikus berlarian terdengar dari balik dinding-dindingnya."
4. Gaya Penulisan yang Buruk
Jenis Kesalahan: Gaya penulisan yang membosankan, bertele-tele, atau menggunakan bahasa yang tidak tepat. Pembaca akan merasa kesulitan untuk mengikuti alur cerita.
Cara Menghindarinya:
- Gunakan bahasa yang tepat: Pilih kata-kata yang tepat dan hindari penggunaan bahasa yang terlalu formal atau terlalu informal.
- Hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele: Gunakan kalimat yang pendek dan padat untuk membuat cerita lebih mudah dibaca.
- Variasikan struktur kalimat: Jangan selalu menggunakan struktur kalimat yang sama. Variasikan panjang dan struktur kalimat untuk membuat tulisan lebih dinamis.
- Perbaiki kesalahan tata bahasa dan ejaan: Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat mengganggu pembaca dan mengurangi kredibilitas cerita.
Contoh: Kalimat "Dia berjalan dengan langkah yang lambat dan berat, karena dia merasa sangat lelah dan sedih karena kejadian yang baru saja dialaminya" dapat disederhanakan menjadi "Langkahnya berat, lelah dan sedih."
5. Show, Don't Tell (Tunjukkan, Jangan Katakan)
Jenis Kesalahan: Penulis terlalu sering menceritakan perasaan atau pikiran karakter daripada menunjukkannya melalui tindakan dan dialog.
Cara Menghindarinya: Gunakan deskripsi yang hidup dan detail untuk menunjukkan emosi dan pikiran karakter. Contohnya, alih-alih menulis "Dia merasa takut," tuliskan "Jantungnya berdebar kencang, keringat dingin membasahi dahinya, dan tangannya gemetar."
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, Anda dapat meningkatkan kualitas cerita fiksi Anda dan menarik lebih banyak pembaca. Ingatlah bahwa menulis adalah proses belajar yang berkelanjutan. Teruslah berlatih, berkreasi, dan jangan takut untuk bereksperimen!
Jadi demikianlah tadi sudah penulis share dan sampaikan kepada kalian semua sobat blogger sekalian mengenai hal tersebut,semoga bermanfaat.
Penulis undur diri dulu dan mohon maaf kalau ada kekeliruan atau kesalahan dalam penulisan di blog ini karena saya hanya manusia biasa.
Sampai bertemu kembali pada episode yang akan datang.
Sekian,Terima kasih
Tags: menulis cerita fiksi, kesalahan menulis, tips menulis, plot, karakter, setting, gaya penulisan, show don't tell, SEO friendly.
Source: detakpustaka.com
===============================
. Ilustrasi diedit oleh Book cover. Credits: Pixabay.com 📚 ALOHA..Baca Kuys! Selam...