![]() |
| Ilustrasi Naksir kakak kelas. (Credits: Pixabay.com, sasint Tipchai) |
Kali ini penulis akan menceritakan tentang kisah fiksi percintaan remaja Indonesia,nama Karakter saya gantikan dan kalimat sedikit diubah biar tidak terkesan menjiplak. Terima kasih.
Ini merupakan hari pertama diriku masuk sekolah SMA di Indonesia, aku bertemu dengan kakak OSIS yang menurutku sangat keren. Tentu saja,waktu itu adalah hari Senin dan kebetulan juga sedang diadakan upacara pembukaan bagi peserta didik baru di SMA itu. Aku melihatnya menggunakan seragam almamater OSIS dan baris di sebelah kiri lapangan. Tentu saja Aku sangat berharap kalau nanti dia yang akan menjadi koordinator kelasku.
Akhirnya doaku pun terkabul, yang menjadi koordinator kelasku adalah Kak Bagas yang keren itu dan Kak Rio.
Masa orientasi Sekolah (MOS) pada hari pertama kelasku sangatlah sepi, mungkin karena saya belum mengenalkan diri saya dengan teman-teman satu kelasnya.
Dan di Hari ini jugalah aku disuruh oleh kakak kelasku untuk memperkenalkan diriku di depan kelas.
Tentunya saja Diriku ini merasa sangat grogi di depan kelas karena tidak terbiasa berdiri di depan kelas. Apalagi di sampingku ada Kak Bagas, yang membuat rasa grogiku semakin bertambah. Perkenalan selesai, waktu istirahat aku gunakan untuk menyelidiki tentang siapa dia sebenarnya .
Aku mengikutinya sampai ke depan kelasnya. Ternyata dia anak XI-IPA.2. Betapa kerennya dia, sudah ganteng plus pintar lagi . Semenjak itu aku jadi semangat belajar untuk mendapatkan kelas IPA.
Di Hari kedua MOS di sekolahku ini diadakan tes penjurusan, aku berangkat dari rumah pagi sekali menuju ke sekolah untuk meneruskan belajarku yang semalam.
Pukul 7.30 tes dimulai, aku berusaha konsentrasi mengerjakan soal tes satu per satu.Setelah dua jam, tes pun selesai, dan waktunya istirahat.
Saat itu aku bertemu dengan Kak Bagas di kantin sekolah, aku menyapanya sembari tersenyum. Dia pun membalas sapaanku dengan senyum khasnya yang sangat manis.
Sekarang adalah Hari ketiga MOS sekolahku dan kami sedang mengadakan seni gembira.
Kelas yang tampil pada acara ini diacak oleh kakak kelasku dan kelasku mendapat giliran pertama.
Sungguh! Betapa tegangnya diriku ini pada saat berdiri di atas panggung dengan teman-temanku dan disaksikan oleh seluruh kakak kelasku mulai dari kelas 11 sampai dengan kelas 12.
Kelasku bernyanyi diiringi dengan gitar yang dimainkan oleh Kak Bagas . Tidak lama kemudian penampilan kami hari itu selesai, dilanjutkan dengan kegiatan di dalam kelas. Kami duduk lesehan di lantai sambil bernyanyi bersama Kak Bagas dan Kak Rio sampai jam pelajaran selesai.
Hari keempat waktunya demo ekskul. Aku memperhatikan satu per satu ekskul yang tampil, tetapi aku tidak melihat Kak Bagas ada di dalam ekskul tersebut sampai ekskul yang terakhir tampil adalah ekskul karate.
Secara tidak terduga alias ternyata Kak Bagas juga mengikuti eskul yang sama juga, Saat dia ditunjuk oleh pelatihnya untuk memecahkan besi, diapun maju ke depan lebih tepatnya di depan besi yang akan dipatahkan. Teman-temannya berteriak yang tujuannya meledeknya, tetapi dia tidak marah dan malah tersenyum.
Saat demo tersebut sudah selesai, aku mendapat sebuah edaran kertas untuk memilih ekskul yang diinginkan.
Tidak perlu berpikir panjang lagi, aku langsung memilih ekskul karate.
Tanpa aku sadar aku berteriak, “Kak Bagas keren beut deh !!!”Dia lalu melihatku dan berkata, “Terima kasih banyak ya, Dek.”
Aku langsung merasa malu kemudian pergi ke kelas dan tidak keluar lagi.
Ceritapun Selesai
Referensi: contoh cerpen remaja popbela.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar