![]() |
| Ilustrasi mahasiswa jurusan Komputer (Credits: Pixabay.com,tookapic) |
Kali ini penulis akan menyampaikan tentang cerita fiksi remaja kepada kalian semuanya,nama Karakter dan lokasi dirubah supaya tidak meniru/menjiplak cerita ini.
Budi merupakan seorang mahasiswa jurusan Komputer di salah satu Perguruan Tinggi favorit di Malang. Dia selalu bertemu dengan diriku ini setiap hari di kampus. Suatu hari, dia mulai menceritakan tentang masalah hidupnya. Budi berpikir kalau orang lain selalu terlihat senang dan bahagia terlepas dari masalah yang dialami dalam hidupnya.
Mereka semuanya sangat terlihat seperti orang-orang yang tidak memiliki beban di pundaknya. Yang jadi permasalahannya, Budi merasa tidak terlalu suka saat melihat temannya tersenyum bahagia.
“ mas Joko, sepertinya diriku ini merasa kan sebuah keanehan ya, Kenapa saya selalu merasa terlihat bahwa kehidupan orang lain selalu baik-baik aja bahkan kelihatan seperti tidak punya masalah, hal ini berbanding terbalik dengan kehidupanku yang rasanya mempunyai banyak beban dan juga merasa tidak bisa merasakan apa itu yang namanya rasa kebahagiaan.” tegasnya pada waktu itu.
Pada waktu itu juga aku mengatakan kepada Budi bahwa setiap orang memiliki permasalahan dan beban hidup yang ditanggung di pundaknya. Tentunya setiap orang sudah pasti memiliki beban hidup yang berbeda pula.
Jika kamu membandingkannya dengan orang lain maka percayalah bahwa semua itu akan semakin berat.
Yang selama ini dipikirkan Budi tentang orang lain tidak semuanya benar.
Padahal Budi sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kondisi dari orang lain yang menurutnya selalu baik-baik saja bisa jadi kebalikannya, serta perjuangan orang-orang untuk menenangkan dirinya sendiri. Bisa saja mereka telah berhasil melalui masa-masa terberat dalam hidupnya.
Setelah itu, dia hanya terdiam merenungi perkataan yang sudah ku berikan. Diapun mulai memikirkan apa yang aku katakan saat itu.
Meskipun begitu,terkadang menasehati orang lain tidaklah semudah menasehati diri sendiri. Terkadang diriku sendiri masih suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
Waktu dulu aku juga pernah merasakan seperti di posisi Budi saat ini.
Saat itu juga ada yang menasehati aku bahwa Tuhan selalu memberikan beban masalah sesuai dengan kemampuan orang tersebut. Oleh karena itu respon dari setiap orang pun juga berbeda-beda, ada yang merasa dibebani ada dan ada juga yang tidak.
“Tuhan tahu seberapa kuat kita untuk bisa menghadapi masalah yang diberikan oleh-Nya, maka dari itu kalau soal porsi jangan ditanyakan ya, karena kita tahu kalau Tuhan itu memang Maha Adil,” ujar seseorang yang tidak dikenal kepadaku.
Sejak saat itu aku mulai introspeksi perihal diriku sendiri dan juga berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan yang menimpaku dengan lapang dada. Karena dengan begitu bisa membuat diriku menjadi bahagia.
Serta tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Aku hanya perlu membandingkan diriku dengan diriku yang kemarin. Maka dari itu diriku bisa menjadi pribadi yang lebih baik hingga saat ini.
Aku juga percaya bahwa setiap masalah yang menimpaku pastinya bisa menjadi pelajaran buat kehidupanku untuk kedepannya.
Karena selalu ada hikmah yang bisa di ambil dari setiap peristiwa yang aku alami tersebut baik suka maupun duka. Dan tentunya hal yang membuat aku semakin yakin adalah setiap permasalahan ini datang dan dirancang oleh-Nya.
Selesai
Referensi: katadata.com
==============================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar