Ilustrasi diedit oleh Book cover
Credits: Pixabay.com
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Dikisahkan pada zaman Dulu… lebih tepatnya di masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, ketika kerajaan Mataram dan kerajaan Yogyakarta masih tegang karena politik, dan VOC sibuk menjebak bangsawan lokal…
Ada satu sosok yang tidak pernah tercatat dalam sejarah resmi.
Joko Sembrono.
Ia merupakan seorang kurir kerajaan Mataram yang memiliki tugas yang cukup sederhana:
mengantar surat.
Tapi... jangan tanya soal keakuratan, karena Joko ini terkenal dengan cerobohnya yang sangat kebangetan.
Pernah pada suatu hari, dia ditugaskan membawa surat perjanjian damai Mataram ke Yogyakarta. Tapi karena terlalu sibuk nulis surat cinta buat Putri Sekar, dia malah tertukar suratnya sendiri!
Alhasil, surat cinta berisi pantun gombal dan emotikon hati 💘 malah diterima kerajaan Yogyakarta secara resmi…
Sementara perjanjian damai tercecer entah di mana.
Yang lebih gila lagi?
Dia membawa HP.
Iya, kalian semua nggak salah baca:
Handphone.
Nggak ada yang seorangpun yang mengerti itu benda apa, tapi rakyat bilang itu pusaka langit.
Dia pernah pakai buat selfie sama prajurit VOC, nulis
"Senggol dikit dong, Kompeni!"
di aplikasi Notes, dan... entah gimana, HP itu bisa nyala padahal belum ada listrik.
Dan dari kekonyolannya itulah, konspirasi besar VOC terbongkar.
Semuanya berawal dari kesalahan kirim surat dan teknologi yang terlalu jauh melampaui zamannya.
Berikut ini merupakan ringkasan cerita untuk episode kali ini :
Mentari di pagi kembali menyinari kota Mataram, namun terlihat suasana sedikit tegang di Istana Kasepuhan.
Sultan Agung, pemimpin kerajaan, sedang menunggu kedatangan Joko Sembrono, kurir kerajaan yang sangat terkenal.... karena kecerobohannya:
Joko Sembrono.
Joko,pemuda gondrong berambut hitam legam dan panjangnya hampir menyentuh tanah menjadi ciri khasnya, menjadi pemandangan yang kontras dengan kemegahan istana.
Ia selalu mengurai rambutnya kemanapun pergi — seolah tata krama kerajaan hanyalah hiasan teks pelajaran .
Hari itu, ia membawa sebuah pesan penting dari Sultan Agung kepada Pangeran Mangkubumi di daerah Yogyakarta.
Joko, dengan santainya, baru tiba setengah jam terlambat. Tak lupa dia menyelipkan sebatang rokok kretek di balik telinga, lalu mengeluarkan sebuah kamera polaroid dari saku bajunya yang usang.
"Ah, sayang sekali, pemandangan matahari pagi di depan istana ini harus diabadikan," gumamnya sambil mengarahkan kamera ke arah gapura istana.
Klik!
Sebuah foto instan tercetak, menampilkan Joko dengan latar belakang istana yang megah.
Ia tersenyum puas, lalu mengunggahnya ke akun Instagram miliknya:
@jokosembrono_official, dengan caption :
"Late again, but terbayarkan dengan pemandangan yang wah! #IstanaKasepuhan #Mataram #LatePost #GondrongGanteng".
Ketika sampai didalam istana, Sultan Agung menghela napas panjang. Ia sudah bosan dengan kelakuan Joko. Namun, ia juga tak bisa menyangkal keberuntungan yang selalu mengikuti pemuda itu.
Kali ini, pesan yang dibawanya terlihat sangat penting, yaitu sebuah perjanjian damai dengan kerajaan tetangga. Jika pesan ini terlambat, perang bisa saja pecah.
Setelah mengambil napas dalam-dalam, Joko menyerahkan sebuah amplop kepada Sultan.
"Ampun, Gusti,"
katanya sambil menunduk. "Saya sedikit terlambat."
Sultan Agung membuka amplop itu. Alisnya bertaut. "Wait a minute!..Ini... ini bukan pesan untuk Pangeran Mangkubumi!"
Ia mengeluarkan isi amplop yang ternyata berisi sebuah surat cinta yang ditulis dengan tinta merah menyala, berbau harum bunga kenanga.
Joko terperangah sembari berkata
" wadadidaw ..!!"
Kemudian dia memeriksa amplop lain di sakunya. "Astaga!" Rupanya dia menemukan amplop yang seharusnya diberikan kepada Pangeran Mangkubumi malah terjepit di antara foto polaroid dan ponsel pintarnya.
( Kok bisa ada benda modern di zaman kerajaan.. nevermind)
Dia telah menukar amplopnya! Surat cinta itu ternyata miliknya yang seharusnya ditujukan kepada seorang gadis cantik bernama Sekar, putri seorang saudagar kaya di Yogyakarta.
Sultan Agung menatap Joko dengan ekspresi tak percaya
"Kau... kau telah menukar pesan erjanjian damai dengan surat cintamu?!"
Joko hanya bisa mengangguk, wajahnya pucat pasi. Ia tahu, kali ini kesalahannya sungguh fatal. Namun, entah bagaimana, ia merasakan sebuah firasat yang aneh. Sebuah keberuntungan yang tak terduga mungkin akan datang lagi.
Apa yang akan terjadi pada Joko selanjutnya?
Kalian juga dapat membaca cerita yang penulis buat ini pada akun Wattpad saya, dan berikut ini merupakan linknya:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar