Cari inspirasi dari kisah-kisah inspiratif di ALOHA..Baca Kuys! Kumpulan cerita fiksi dan fakta menarik, baik buatan sendiri maupun referensi dari sumber terpercaya, yang akan memotivasi Anda.
Senin, 07 Juli 2025
Pertarungan kura-kura ninja vs Gundala dan aliansi di Negeri sakura
Jumat, 04 Juli 2025
"Joko Sembrono": kisah si pemuda teledor yang selalu beruntung!!
Senin, 30 Juni 2025
Ketika kepintaran MC Gyver dan Detective Conan merusak film Indonesia :Merantau
Ilustrasi diedit oleh Book cover
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Jumat, 27 Juni 2025
Gigitan Terakhir : Sebuah Kisah Kehidupan Seorang Pedagang Kue Cubit.
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Dikisahkan pada sore itu,terdapat sebuah aroma yang begitu asing namun menenangkan di tengah hiruk-pikuk kota di Jakarta Selatan, menerobos kesibukan Jagakarsa. Aroma tersebut adalah Aroma pandan bercampur dengan gula aren.
Di antara deru kendaraan dan keramaian kota, aroma itu menjadi sebuah oase kecil, mengarahkan langkah kaki pada sebuah gerobak tua yang sederhana namun kokoh di sudut jalan yang ramai.
Di atasnya, tertata rapi kue cubit mungil, buatan tangan Pak Dadang.
Dialah seorang seniman kue cubit yang ramah, bukanlah penduduk asli Jakarta yang bernama Pak Dadang.
Berasal dari sebuah desa kecil yang tenang yang terletak di daerah Kebumen, Jawa Tengah, bernama Desa Agropeni, yang menyimpan kenangan masa kecil di antara sawah dan ladang yang hijau.
Iapun mulai merantau ke Jakarta untuk mencari peruntungan di ibukota dengan tekad dan harapan yang membuncah.
Akhirnya Pilihannya tersebut jatuh di Jagakarsa, sebuah wilayah yang kini menjadi saksi bisu tentang perjuangannya.
Dengan Wajahnya, yang kini mulai dikerut usia, menyimpan cerita panjang yang terukir di setiap garisnya, sebuah peta perjalanan hidup yang penuh liku.
Dengan sangat cekatan,Tangannya yang terlihat kecil itu sangat terampil dalam menata kue-kue kecil itu, seolah dia menari mengikuti irama ibu kota yang tak pernah berhenti.
Sebelum merantau, Beliau ini merupakan sosok yang dikenal di desanya. Setelah sholat ashar di Musholla Al-Barokah, ia sering berbincang dengan seorang pria ramah bernama Pak Bedul, yang merupakan seorang Pak RT dikampung halamannya tersebut.
Bayangan masa lalu itu muncul sejenak saat ia mengingat percakapan terakhirnya dengan Pak Bedul sebelum keberangkatannya menuju ke Jakarta menggunakan sepur atau kereta api.
" Perjalananmu ke Jakarta bukanlah hal yang mudah. Ingatlah selalu pesan orang tuamu, dan jangan lupa untuk selalu berdoa ya, Nak Dadang,"
ujar Pak Bedul sembari menepuk pundak Pak Dadang dengan hangat.
"InsyaAllah, Pak Bedul. Saya akan selalu mengingat pesan dari Bapak,"
jawabnya dengan matanya berkaca-kaca sembari memeluk erat Pak RT, sebuah perpisahan yang sarat makna. Pak Bedul adalah sosok yang selalu mendukungnya, memberikan semangat dan doa restu.
Fyp alias seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa Kue cubit buatan Pak Dadang bukanlah kue cubit biasa.
Rahasianya terletak pada sentuhan tangan dan pengalaman bertahun-tahun, sebuah warisan keterampilan dari tanah kelahirannya di Kebumen.
Bagian luarnya renyah, dengan tekstur berpori yang unik, hasil dari keahliannya dalam mengolah adonan dan mengatur suhu api.
Sementara itu, bagian dalamnya lembut dan sedikit kenyal, menyimpan manisnya gula aren pilihan yang terasa begitu autentik, sebuah cita rasa yang mengingatkan pada kampung halamannya.
Aroma harum yang semerbak daun pandan berpadu dengan wangi susu dan sedikit garam, menciptakan aroma yang begitu menggugah Dengan Ukurannya yang kecil, pas untuk sekali gigit, membuat setiap gigitan terasa sempurna.
Rasa manisnya pas di lidah, tanpa meninggalkan rasa lainnya yang eneg yang mengganggu. Warna kecokelatannya yang merata menandakan kematangan yang sempurna, bukti dari penguasaan teknik memanggang yang telah diasah selama puluhan tahun.
Setiap butir kue cubit itu yang dibuat oleh Pak Dadang tersebut menyimpan berbagai macam cerita, baik tentang perjuangan, kesabaran, dan ketekunan Pak Dadang dalam menjalani hidupnya di perantauan.
Cerita tentang keringat yang membasahi dahinya, tentang senyum yang selalu terukir di wajahnya meskipun beban hidup menimpanya.
Cerita tentang cinta dan dedikasinya pada sebuah keterampilan sederhana yang telah menghidupinya selama ini, sebuah keterampilan yang membawanya dari desa kecil di Kebumen hingga ke Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Gigitan Terakhir," bukan hanya tentang kelezatan kue cubit Pak Dadang, tetapi juga tentang perjalanan hidup seorang pedagang sederhana yang penuh liku dan pelajaran berharga.
Kisah yang akan mengungkap bagaimana sebuah kue kecil mampu menyimpan makna yang begitu besar.
Bagaimana aroma pandan dan gula aren mampu membawa kita pada perjalanan emosional yang tak terlupakan, dari sebuah desa kecil di daerah Jawa Tengah menuju ke hiruk-pikuk kota. Jakarta.
Apa yang akan terjadi selanjutnya,
Demikianlah sedikit ringkasan cerita untuk episode kali ini, sekian dan terima kasih.
Senin, 23 Juni 2025
"My Brain is a Battlefield": Perang Bahasa English vs Arabic Buat Gue Nyerah..!!
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Senin, 16 Juni 2025
Perjalanan dari Belitung ke kota Hujan : Perjuangan Bajuri dan Ikal
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Kamis, 12 Juni 2025
Dunia Bertabrakan: Zorro, Zoro, Jin, dan Jun!
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Minggu, 08 Juni 2025
John Wick tercengang!!! Ketika Ucil Sukses Beraksi dengan tingkah konyolnya
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Rabu, 04 Juni 2025
Matematika itu Mudah : Tips & Trik Jitu untuk Menguasainya
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Yuk, buktikan sendiri kalau “Matematika itu Mudah!” 💡
Jerome Polin
Minggu, 01 Juni 2025
BIKIN ES BALOK LEBIH SUSAH DARI IAD ?
📚 ALOHA..Baca Kuys!
Jumat, 30 Mei 2025
Suara di Hutan: Kisah Hud-Hud dan Serigala
🌿 ALOHA..Baca Kuys!
"Suara di Hutan: Kisah Hud-Hud dan Serigala" akan membawamu pada petualangan yang sarat makna, penuh teka-teki, dan kejutan di balik semak belukar.
Rabu, 22 Januari 2025
Sayap Garuda : Warisan prana
📚 ALOHA..Baca Kuys!
"Di balik formasi tempur dan protokol militer, ada prajurit-prajurit terpilih yang menyimpan kekuatan kuno... dan luka yang lebih dalam dari medan perang itu sendiri."
Tahun 2098. Di bawah langit Nusantara yang telah berubah menjadi zona strategis terakhir dunia, lahirlah generasi baru penjaga negeri: pengguna Prana, kekuatan warisan purba yang kini menjadi senjata paling dicari di era perang modern.
Mereka adalah tiga dari yang terkuat:
Bukan, sang pewaris Phoenix dari Surga, simbol kebangkitan dan api suci yang tak pernah padam.
Cara, pengendali Naga Putih, prana langit yang mampu menyejukkan kekacauan dan menuntun pasukan ke arah yang benar.
Rada, pemilik Naga Hitam—dengan kekuatan gelap dan pusaran waktu, ia mampu memanggil entitas dari semesta lain... dan mengacaukan garis realitas.
Namun di balik kejayaan mereka sebagai trio tempur utama Sayap Garuda, ada konflik yang lebih sunyi tapi jauh lebih berbahaya: cinta.
Saat hati Cara mulai berpaut pada Bukan, rasa cemburu Rada berubah menjadi ambisi... lalu pengkhianatan. Ia tak hanya membelot dari pasukan, tapi membelah semesta dengan pusaran prana—mengundang makhluk-makhluk dari luar realitas, dan memicu perang dimensi yang mengancam kehancuran Nusantara.
Kini, antara tugas dan perasaan, antara prajurit dan pengkhianat—pilihan tak lagi sederhana.
Operasi "Garuda": Warisan Prana" adalah kisah peperangan besar, cinta yang terluka, dan pertarungan antara cahaya dan kegelapan... di medan yang lebih luas dari sekadar bumi.
Berikut ini merupakan ringkasan dari cerita fiksi tersebut:
Tersembunyi di lereng Gunung Arjuna, Desa Teratai menyimpan rahasia kuno: pusaka prana, energi bumi yang diwariskan turun-temurun, sekaligus kutukan bagi pewarisnya. Bukan, pemuda desa itu, mewarisi kekuatan luar biasa ini, ditakdirkan untuk melindungi desanya dari ancaman tak terlihat.
Dibimbing ayahnya, perajin kayu bijak, dan didukung oleh ibunya serta Rara, adik perempuannya yang peka terhadap energi ghaib, ia tumbuh di antara aroma kayu dan bisikan angin gunung. Mimpi Bukan tidak sekadar menjadi pilot jet tempur TNI AU, melainkan juga pelindung di desanya.
Namun, pelatihan di TNI AU bukanlah satu-satunya tantangan.
Bersama Rada, seorang pria jenius teknologi ambisius yang merupakan keturunan terakhir keluarga penjaga pusaka, namun menyimpan ambisi untuk mengendalikan kekuatan prana demi kekuasaan, dan Cara, seorang perempuan misterius yang mampu berkomunikasi dengan alam, sekaligus menyimpan dendam terhadap kekuatan prana akibat tragedi yang menimpa keluarganya, ia siap menghadapi takdirnya.
And the stories begin..
Senja menyelimuti Gunung Arjuna.Terlihat ayah sedang bercengkrama dengan bukan di kaki gunung tersebut
Ayah: (Menunjuk langit) "Lihatlah, Bukan. Ketenangan ini... menipu. Mereka sudah mendekat."
Bukan: (Merasakan kegelisahan) "Saya merasakannya, Ayah. Kegelisahan yang lebih kuat dari sebelumnya."
Ayah: (Menunjukkan ukiran kayu kuno) "Ini bukan sekadar ukiran, Bukan. Ini kunci kekuatan prana di dalam dirimu. Kekuatan yang bisa menyelamatkan, atau menghancurkan desa kita. Dan Rada... dia bukan sekutu yang bisa dipercaya sepenuhnya."
Bukan: (Meraba ukiran, merasakan getaran) "Rada? Apa maksud Ayah?"
Ayah: "Keluarga Rada telah lama mengincar pusaka ini. Mereka ingin menguasainya untuk kepentingan pribadi. Cara... dia menyimpan dendam, tetapi dia juga satu-satunya yang memahami kekuatan alam untuk melawan mereka. Kau harus bijak memilih sekutu."
Setibanya di rumah pada malam itu terjadilah sebuah percakapan yang cukup menarik diantaranya
Ibu: (Pada Bukan) "Ayahmu benar. Rada menyimpan ambisi yang berbahaya. Cara juga menyimpan rahasia yang bisa membahayakan kita semua."
Jelita : (Menarik tangan Bukan) "Kakak, aku merasakannya juga. Ada kekuatan gelap yang mengincar kita. Kita harus berhati-hati."
Bukan: "Tapi kita harus melindungi desa kita.
Ibu: "Ya, Nak. Tapi kau harus berhati-hati memilih sekutu. Kepercayaan adalah senjata yang paling tajam, dan juga yang paling mudah dikhianati."
Keesokan harinya, Bukan memulai perjalanan panjang ke pangkalan AU,
ukiran kayu yang dimilikinya terasa semakin bergetar. Pesan ayahnya menghantuinya: .
"Kau yang terpilih... Mereka akan datang."
Di ruang pendaftaran AU, ramai dan tegang. Calon penerbang muda bersemangat. Bukan melihat Rada dan Cara.
Bukan: "Rada! Cara! Kalian di sini juga?"
Rada: (Terkejut) "Bukan! Tidak menyangka. Kau juga ingin menjadi penerbang? Ini kesempatan untuk menguasai teknologi yang bisa mengendalikan kekuatan prana, dan menghancurkan siapapun yang menghalangi kita!"
Cara: (ekspresi Tenang dan sedikit misterius) "Aku tahu kau akan datang, Bukan. Akupun bisa merasakannya.
Kekuatan ini memanggil kita untuk melindungi...
dan membalas dendam. Tetapi, aku tidak akan membiarkan Rada menguasai kekuatan ini."
Bukan: (Menunjukkan ukiran kayu) Aku mewarisi sesuatu yang besar, sesuatu yang berbahaya. Dan aku tidak akan membiarkan kalian berdua saling menghancurkan.
Ketiga sahabat itu, dengan latar belakang berbeda dan rahasia masing-masing, bersatu melindungi desa dan mengungkap rahasia pusaka prana.
Singkatnya setelah melalui ujian yang cukup panjang dan menguras tenaga dan air mata pada akhirnya mereka bertiga lulus dan diterima di TNI AU.
Namun, persahabatan dan kepercayaan mereka sudah retak. Pelatihan di AU dimulai, tanpa menyadari ancaman yang jauh lebih besar dan mengerikan menanti. Perjalanan mereka baru dimulai.
End of part
Jadi, Demikianlah sedikit ringkasan cerita untuk episode kali ini, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.
Kalian juga dapat membaca cerita versi lengkapnya yang penulis buat ini pada akun Wattpad saya, dan berikut ini merupakan linknya:
Note:
Inspirasi dan beberapa bagian cerita ini berasal dari kolaborasi dengan Cici, seorang penulis AI."
Rabu, 08 Januari 2025
Lintasan waktu series 2 :Menuju Demensi H Sulam
Ilustrasi diedit oleh Book cover
Negosiasi di Ujung Waktu: Pertemuan Lintas Generasi Menuju Dimensi Haji Sulam.
Aloha!!! Siap-siap untuk petualangan yang luar biasa! Kisah menegangkan, twist tak terduga, dan akhir cerita yang bikin melongo… baca KUYS!!! Jangan sampai nyesel!
Episode kali ini penulis membawa cerita tentang cerita fiksi lokal modern yang Bernama: Negosiasi di Ujung Waktu: Pertemuan Lintas Generasi Menuju Dimensi Haji Sulam
Prolog
Portal ke dimensi Haji Sulam terbuka dengan sendirinya. Sebuah dunia penuh keajaiban dan bahaya. Para petualang waktu harus kembali, kali ini bukan hanya untuk menjelajahi masa lalu atau masa depan, tetapi untuk bernegosiasi dengan penghuni dimensi tersebut. Pertemuan lintas generasi akan menguji kekuatan dan kecerdasan mereka. Mampukah mereka menyelesaikan negosiasi dan kembali dengan selamat? Petualangan baru telah dimulai
![]() |
| Ilustrasi warung kopi tempat mereka berkumpul. (Credits: Pixabay.com,Iffany) |
Pada suatu sore lebih tepatnya di sebuah warung kopi pinggir jalan di daerah jakarta Timur, Bang Jack PPT sedang asyik berdebat dengan Bonaga Nagabonar soal harga bawang putih yang melambung. Haji Husin dari sinetron Lorong waktu yang baru saja selesai sholat Ashar, ikut nimbrung, menambahkan komentar soal inflasi dan kesulitan hidup.
Pada saat itu Bang Jack dari sinetron PPT sedang mengupas buah salak, Bonaga anak daripada Nagabonar dalam sinetron Nagabonar jadi 2 sedang sibuk memainkan ponsel.
Haji Husin dari sinetron Lorong waktu datang, mengenakan sarung dan peci, wajahnya tenang setelah sholat Ashar. Komeng dan Adul dari wara Wiri Ramadhan udah ada di warung, sedang bersendau gurau
Berikut ini dialog percakapan diantara mereka semua:
Komeng : Woi.. Dul!, Adul, coba lu liet tuh, Bang Jack lagi makan salak dah kayak sultan Pancoran mas aja.
Adul: (dengan tertawa khasnya)Biarin aja nape sih , Meng. Dia pan artis terkenal, sementara kita ini cuma pemeran figuran. Lagian juga duit kite cuma cukup buat beli bawang putih satu siung!
Haji Husin : (dengan tersenyum sambil menyapa) Assalamu'alaikum. Wah, ramai sekali. Ada apa gerangan? Lalu diapun mencari tempat dan Duduk di kursi kosong.
Bang Jack: Waalaikumsalam, Haji. Lagi bahas harga bawang putih yang selangit nih, Haji. Susah banget dapat yang murah.
Komeng: Iya, Pak Haji. Ibu saya sampai mengurangi lauk pauk gara-gara itu.
Haji Husin: (mengangguk mengerti) Memang berat ya, zaman sekarang. Semua serba naik. Tapi satu gak yang kudu kite semua inget, rezeki sudah diatur Allah SWT. Intinya Kita harus ikhtiar dan bersabar tidak lupa juga disertai dengan berdoa kepada Allah SWT.
Komeng: (menyela percakapan) lalu pak Haji mah gampang banget bilang sabar, la Coba itu kalau kite, gaji kita cuma cukup buat beli kerupuk!
Adul: Iya nih, Pak Haji. Mau sabar gimana lagi, kalau perut kite sudah keroncongan kaya gini ? yang ada kelaparan kita kalo gak makan
Haji Husin : (tertawa dengan suara kecil) Sabar itu bukan berarti pasrah, Nak Komeng,nak adul. Sabar itu berarti tetap berusaha, tetap berdoa, dan tetap bersyukur atas apa yang kita miliki.Tapi jangan lupa juga berbagi karena merupakan bagian dari ikhtiar.
Bang Jack : Betul juga kata Bang Haji. Kadang saya terlalu fokus pada masalah sampai lupa bersyukur.
Komeng: Benar juga ya,Bang ( sembari melirik bang bonaga yang lagi sibuk ngopi sambil makan gorengan).
Saya juga sering lupa bersyukur. Kadang saya mengeluh soal harga bawang putih, tapi saya lupa banyak orang yang lebih susah dari kita.
Haji Husin: Nah, itu dia. Jadi kalimat intinya adalah "Syukur itu kunci kebahagiaan."
Mas Bonaga : (menoleh ke arah Komeng dan Adul bergantian) Kalian juga, jangan sampe berkecil hati. Karena Setiap pekerjaan punya berkahnya masing-masing. Yang penting catet nih , kita jujur dan ikhlas dimanapun kita berada. Meskipun cuma pembantu, kalian tetap berjasa.
Komeng dan Adul: ( berbarengan) Terima kasih, Mas Bonaga!..
Mas Bonaga: sama-sama yok lanjut makan gorengan dan ngopi lagi jangan lupa dihitung ya..
Komeng: Kenapa dihitung,emangnya mas Bonaga mau bayarin kita semuanya apa?
Mas Bonaga: Ya tidak lah Lay, bayarnya masing-masing aja karena budget gue terbatas
Adul : ( teriak spontan) Huu..kirain mo bayarin.
Haji Husin : Hust..udah udah!ngapa jadi ribut gini masalah kopi dan gorengan
Merekapun melanjutkan ngopi sambil makan gorengan disertai dengan obrolan lucu yang ringan dan bermakna.
Suasana yang cukup hangat dan ramai tiba-tiba terusik oleh sebuah cahaya hijau menyilaukan yang muncul entah dari mana.
Terjadilah sebuah dialog yang cukup seru diantaranya mereka
Bang Jack: "Aduh, mata gue!"
Nagabonar: "Aneh! Ini apaan sih?"
Haji Husin: "Astagfirullah! Ini… ini kayak… lorong waktu!"
Dan mereka semuanya terserap kedalam lorong waktu menuju ke suatu daerah yang cukup asing bagi mereka.
Seketika itu setelah cahaya hijau memudar semuanya menghilang kecuali Adul,Komeng dan tukang kopi ...
Tukang pun bertanya: Lah ini ngapa pada hilang semuanya ini.. Mana kopi dan goreng yang sudah dipesan belom dibayar jadi siapa yang bayar semua ini .
Komeng dan Adul terpana dan saling menengok satu sama lain..
Tidak lama kemudian mereka serempak bilang; Pak nih kopi dan gorengan di catet dulu ya..kite pergi dulu ada urusan..
Dan mereka kabur berbarengan dan diakhiri dengan tukang kopi yang marah sembari bilang: Malah kabur lo semua..sue bener dah..kalo gw kejer otomatis warung ditinggal dan gak ada yang jaga ...apes banget dah gue
( Terhuyung dan terduduk karena pusing dan kelelahan),
![]() |
| Ilustrasi lorong waktu yang tiba-tiba muncul di daerah mereka. (Credits: Pixabay.com,TheDigitalArtist) |
Perjalanan Waktu:
![]() |
| Ilustrasi gang sempit di sebuah kampung. (Credits : Pixabay.com,GPoulsen) |
Ketika cahaya mereda, mereka berada di sebuah gang sempit di sebuah kampung. Bau bubur ayam yang sangat harum memenuhi udara. Di ujung gang, terlihat warung bubur sederhana dengan tulisan "Bubur Ayam Haji Sulam" yang sudah sedikit pudar. Namun, suasana tidak tenang. Haji Madit, dengan baju koko putih dan peci hitamnya, sedang berdebat keras dengan seorang preman kekar bernama Si Jago. Si Jago, dengan tato naga di lengannya, menuntut bagian dari penghasilan Haji Sulam.
bang Jack : ( dengan ekspresi linglung)
"Bentar… gue ingat-ingat dulu… lho, ini kalau nggak salah Haji Madit yang pelit medit nggak karuan, yang suka catat di buku setiap mau melakukan amal, kan? Itu bintang antagonis di film Islam KTP, kan.
Haji madit :( bingung juga seraya membalas) "Ehhh… merabal ente, Pak Tua! Belum pernah nih buku kena muka ente, ya, Bahlul! Ehh, bentar dulu… dulu… bentar, gw inget-inget lagi… Oh iya, elu kan Bang Zakaria alias Bang Jack yang terkenal di sinetron PPT itu, yang dulunya tukang jagal kerbau dan sekarang jadi marbot masjid, kan? Apa kabar ente? Kok bisa nyasar ke mari juga? Dikira cuma ane sendirian aja yang kena cahaya aneh itu?"
Sementara itu dijung gang, terlihat warung bubur sederhana dengan tulisan "Bubur Ayam Haji Sulam" yang sudah sedikit pudar. Suasana tidak tenang. Si Jago, preman kekar dengan tato naga di lengannya, sedang berdebat keras dengan Haji Sulam. Si Jago menuntut bagian dari penghasilan Haji Sulam.
Si Jago: "Saya udah bilang berkali-kali, Haji Sulam! Bubur lu laris manis! Saya mau bagian saya!"
Haji Sulam: "Tapi, Pak… ini rezeki… ini berkah…"
Si Jago: "Berkah? Saya nggak makan berkah! Saya makan nasi! Dan saya mau bagian saya dari bubur ini!"
Bang Jack mengamati situasi. Ia melihat Haji Sulam tampak lelah dan putus asa. Dengan naluri bisnisnya yang tajam, Bang Jack segera mendekati Haji Madit.
Bang Jack: "Haji, perdebatan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kita perlu bernegosiasi."
Haji Madit: "Tapi ini soal prinsip, Bang Jack! Ini rezeki yang berkah!"
Bang Jack: "Prinsip penting, Haji, tapi kita juga butuh strategi. Mari kita cari solusi yang menguntungkan semua pihak."
Kemudian, Bang Jack memimpin musyawarah dengan Haji Madit, Haji Sulam, dan Si Jago. Setelah melalui sesi diskusi yang cukup alot dan memakan waktu yang tidak sebentar alias lama pada akhirnya terjadilah sebuah kesepakatan Tentang masalah pembagian Keuntungan: Keuntungan dibagi tiga:
- Untuk Haji Sulam: Mendapatkan satu bagian, sebagai pemilik usaha dan pencipta resep bubur. Ia tetap bertanggung jawab atas kualitas dan cita rasa bubur.
- Untuk Si Jago: Mendapatkan satu bagian, sebagai bentuk kompensasi atas jaminan keamanan dan kelancaran usaha. Ia diharapkan menjaga warung dari gangguan dan ancaman.
- Untuk Bang Jack: Mendapatkan satu bagian, sebagai konsultan bisnis yang akan membantu mengembangkan usaha. Ia akan memberikan strategi pemasaran, manajemen, dan pengembangan produk. Ia juga akan menjadi penghubung antara Haji Sulam dan Si Jago untuk memastikan kerjasama berjalan lancar.
- Untuk Pengembangan Usaha: Bang Jack akan membantu mengembangkan usaha dengan strategi pemasaran yang efektif, mencari lokasi baru, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan penjualan.
- Untuk Kerjasama yang Berkelanjutan: Ketiga pihak sepakat untuk bekerja sama dengan saling menghormati dan menghargai. Mereka akan mengadakan rapat rutin untuk membahas perkembangan usaha dan mengatasi masalah yang mungkin muncul.
Setelah kesepakatan tersebut selesai diberikan, Haji Husin dan Bonaga memberikan penguatan:
Haji Husin: "Alhamdulillah, akhirnya tercapai kesepakatan yang baik. Semoga kerjasama ini membawa berkah buat kite semua. Ingatlah, keberkahan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang kerjasama dan kebaikan."
Bonaga: "Sangat Setuju banget lay ! Semoga usaha ini semakin maju dan sukses! Dengan kerjasama yang baik, rezeki akan semakin melimpah."
Setelah kesepakatan tercapai, suasana di warung bubur kembali tenang. Haji Madit, Si Jago, dan Bang Jack saling berjabat tangan, merayakan kesepakatan baru yang membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dengan cara seperti ini, mereka tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga membangun kemitraan yang kuat, yang berbuah pada peningkatan keuntungan dan keberkahan bagi semua pihak.
Cerita ini diakhiri dengan sebuah cahaya yang muncul tiba-tiba dan membawa kembali mereka semua kembali ke masanya..
Cerita ini diakhiri dengan sebuah cahaya putih yang muncul tiba-tiba, menghampiri mereka semua.
Haji Husin: "Ini cahaya apa lagi ini? Tuh kan, kena lagi kita!"
Bang Jack: "Apa yang terjadi? Kenapa kita bisa menghilang tiba-tiba seperti ini?"
Haji Madit: "Jangan-jangan, ini teguran dari Allah!"
Bonaga: "Kita harus tetap bersyukur dan belajar dari semua kejadian ini!"
Seketika, mereka semua menghilang dalam cahaya putih tersebut,
meninggalkan Haji Sulam dan Si Jago yang tersisa di warung bubur, bertanya-tanya ke mana mereka semua pergi.
Haji Sulam: "Kemana semua orang pergi? Tadi ada banyak orang di sini…"
Si Jago: "Entahlah, Haji. Tapi rasanya ini seperti teguran Allah. Saya seperti melihat siluman berbentuk Haji Husin, Madit, Jack, dan lainnya."
Haji Sulam: "Siluman? Maksudmu, mereka semua itu…?"
Si Jago: "Iya! Saya merasa ini adalah pesan untuk kita. Kita harus lebih menghargai rezeki dan tidak hanya memikirkan keuntungan semata."
Haji Sulam: "Jangan suuzon dulu sama Allah, ini mungkin sebuah teguran melalui perantara bang Jack dan haji madit musyawarah,Semoga kita bisa belajar dari kejadian ini. Kita perlu saling menghargai dan bekerja sama."
Si Jago: "Betul itu pak haji sulam! Mari kita tingkatkan kualitas dan keikhlasan dalam usaha kita."
Dengan kejadian seperti barusan, Haji Sulam dan Si Jago mulai bertekad untuk memperbaiki diri dan usaha mereka, dan juga berharap agar keberkahan selalu menyertai mereka.
Kembali ke Masa Kini:
Setelah situasi mereda, cahaya putih yang menyilaukan tersebut kembali muncul, membawa Bang Jack, Nagabonar, dan Haji Husin kembali ke warung kopi "Nusantara".
Mereka kembali ke dunia mereka, dengan pengalaman yang tak terlupakan. Perdebatan soal harga bawang putih masih berlanjut, tetapi sekarang dengan perspektif yang lebih luas.
Mereka telah belajar tentang pentingnya negosiasi yang cermat, dan bahwa bahkan Haji Madit pun bisa belajar dari kesalahan.
Bang Jack: "Wah, kita kembali lagi ke sini! Pengalaman itu benar-benar mengubah cara pandang kita, ya?"
Haji Husin: "Iya, sepertinya kita harus lebih menghargai kerja keras dan berkolaborasi dengan baik. Negosiasi itu penting!"
Bonaga: "Setuju! Kita perlu mengingat pelajaran yang kita dapatkan. Kadang-kadang, kita bisa belajar dari orang yang tidak kita duga."
Di sisi lainnya tidak jauh dari warkop Nusantara, Haji Madit kembali ke warung Berkah, di mana ia bertemu dengan Encang Ali, Mamat, Karyo, dan Tebe.
Haji Madit: "Eh, kalian nggak akan percaya apa yang baru saja terjadi! Kita semua menghilang dan mengalami sesuatu yang luar biasa!"
Encang Ali: "Apa? Menghilang? Kemanakah kamu pergi, Bang Madit?"
Mamat: "Ceritain ke kite semuanya dong! Ini pasti menarik!"
Karyo: "Iya, Haji. Apa yang kamu pelajari dari situasi itu?"
Haji Madit: "Saya belajar bahwa kadang-kadang kita perlu bernegosiasi dan tidak terpaku pada prinsip sendiri. Keberkahan bisa datang dari kerja sama."
Tebe: "Wah, Haji Madit, kedengarannya seperti perjalanan yang mengesankan!"
Haji Madit: "Betul! Kita bisa belajar banyak dari satu sama lain, dan itu membuat kita lebih baik."
Setelah semua pengalaman yang mereka dapatkan, baik Bang Jack, Haji Husin, Bonaga, maupun Haji Madit dan teman-teman di warung Berkah, pada akhirnya mereka semua bertekad untuk menerapkan pelajaran berharga ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Dengan semangat yang baru, mereka siap menghadapi tantangan berikutnya, dengan lebih banyak kebijaksanaan dan saling menghargai.
Cerita pun selesai
Bagaimana pembaca sekalian cukup terkesan dengan cerita yang saya buat ini kan..
Sampai bertemu kembali pada lintas waktu episode selanjutnya.. terima kasih ☺️☺️
Kalian juga dapat membaca cerita versi lengkapnya yang penulis buat ini pada akun Wattpad saya, dan berikut ini merupakan linknya:
Pertarungan kura-kura ninja vs Gundala dan aliansi di Negeri sakura
. Ilustrasi diedit oleh Book cover. Credits: Pixabay.com 📚 ALOHA..Baca Kuys! Selam...
-
. lustrasi diedit oleh Book cover Credits: Pixabay.com "Debu beterbangan, kerikil tajam menusuk kak...
-
Ilustrasi diedit oleh Book cover Credits: Pixabay.com 📚 ALOHA..Baca Kuys! Apa jadinya kalau Doraemon bisa ...
-
Ilustrasi diedit oleh Book cover Credits: Pixabay.com Negosiasi di Ujung Waktu: Pertemuan Lintas Generasi Me...















